20 Desember 2011

buku yang akan aku tulis dalam hidupku

Raden Aghe - tadinya, ini satu-satunya buku yang akan aku tulis dalam hidupku. aku akan bisa menyatakan tugas hidupku sudah selesai ketika buku ini sudah selesai. namun ternyata proses menulisnya sama dengan proses hidupku yang meledak-ledak dan masih belum banyak tahu. selama beberapa tahun belakangan, penulisannya terhenti. tapi tetap buku ini harus keluar. dan bukan hanya buku ini yang akan keluar, buku-buku lain yang mendukung pencapaian cita-citaku juga harus keluar.

Nad Anak Aneh - sebuah buku yang kupersembahkan pada blog lamaku yang telah membesarkan dan menerima diriku apa adanya di masa sulitnya pencarian itu. blog dan diriku yang lama, aku melihatnya sebagai masa-masa perlawanan yang khas anak muda, dan dengan caranya sendiri, entah bagaimana, menginspirasi orang lain. nanti aku ngambil beberapa tulisan yang layak dipublikasikan massal dari blogku, agar ia tidak hilang dan terlupakan dari dunia.

Indonesia Butuh Anak Muda - buku ini nantinya aku tulis untuk menendang lebih keras dari yang dilakukan buku Raden Aghe, ia akan berteriak lantang apa maunya dengan jelas tanpa muter-muter, dan menjewer langsung telinga orang-orang yang tidak mau mendengar. hahaha, anarkis sekali.

Four Siblings - ini buku aku persembahkan kepada sahabat-sahabat yang berpengaruh besar dalam hidupku. sahabat yang selalu ada untukku meskipun kadang aku menutup diri pada dunia. selain untuk persahabatan seluas samudra yang mereka berikan padaku, aku juga menuliskan perjalanan di dalamnya, tentang hidup adalah sebuah perjalanan panjang. dan sisi lain diriku. atau sisi yang aku inginkan menjadi diriku.

Falling in Love with the Sky - aku sedang jatuh cinta, mungkin pada langit, mungkin juga pada seseorang disana. akan aku tuliskan cinta itu menjadi sebuah buku yang kuharap bisa seindah perasaan ini. happy ending? entahlah, aku sendiri masih belum tahu bagaimana akhirnya.

05 Desember 2011

akting yang hebat sekali

anktingku hebat sekali,
sampai orang tuaku tidak pernah tahu siapa aku sebenarnya.
tidak pernah percaya ketika teman-temanku yang seperti itu adalah benar teman-temanku.
dan orang tuaku jelas mengatakan tidak suka pada sikap teman-temanku, padahal tidak aku tidak beda jauh dengan teman-temanku itu, dan orang tuaku seperti membicarakan oranglain.

begitulah.

24 November 2011

kurt cobain

The sun is gone, but I have a light.


The duty of youth is to challenge corruption.


I'd rather be hated for who I am, than loved for who I am not.


Drugs are a waste of time. They destroy your memory and your self-respect and everything that goes along with with your self esteem.

14 November 2011

moleskie

moleskie adalah salah satu merek buku catatan terkenal dunia, biasanya dijual di toko-toko buku jaringan intrenasional. ada berbagai jenis dan model yang dikeluarkan. dari buku tulis saku bergaris maupun tidak, buku tulis yang ukuran buku tulis biasa bergaris dan tidak, hingga buku yang kertasnya saling menyambung jadi panjang. harganya lumayan mahal dibandingkan buku cataan biasa. namun meski aku menginginkan memilikinya dan punya kesempatan untuk melihatnya langsung sekali seumur hidupku, aku memilih untuk tidak membelinya.

buku catatan yang baru aku beli sekarang, aku beri nama moleskie. meskipun mereknya bukan itu, aku menamakannya begitu karena manfaatnya akan sama saja dengan buku catatan bermerek moleskie kalau aku yang menggunakannya.

buku catatan memang membantu menuliskan banyak hal penting dengan cepat. dan bagiku pun buku catatan itu penting. namun hal yang membuat buku catatan itu menjadi penting adalah isinya. bukan mereknya.

3 bulan lagi

aku hanya bertanya,
apa yang akan kau lakukan kalau kau hanya memiliki sisa 3 bulan waktu untuk hidup?

merindukanMu

Tuhanku, aku lelah melalui hidup ya Allah.
Aku bersyukur telah diberikan kesempatan hidup olehMu, namun kerusakan yang disebabkan manusia di bumi ini sudah terlewat batas.
Aku tidak mampu melihatnya lagi, tidak mampu memikirkannya lagi.
Aku tidak sanggup merubahnya ya Allah.
Aku merindukan keadilan dan kebaikan yang hanya Engkau lah yang mampu memberikannya.
Aku merindukan pelukanMu, aku merindukan bertemu denganMu.
Aku pun merindukan RasulMu, ya Allah.
Seorang manusia yang tidak pernah mengecewakan.
Yang selalu belajar menjadi lebih baik.
Jauh sekali berbeda dengan manusia-manusia sekarang.
Aku sungguh rindu padaMu, sangat ingin bertemu denganMu.
Mesipun aku tahu, 100tahun lagipun aku hidup dengan hanya beribadah padaMu pun masih kurang pahalaku untuk bertemu denganMu dan RasulMu ya Allah.
Aku memang kurang ajar berani meminta bertemu denganMu.
Aku memang kurang ajar.
Tapi aku bersungguh-sungguh ingin bertemu denganMu ya Allah.
Wahai Tuhan yang jiwaku berada dalam genggamanNya.

ketakutan

Entah positif atau negatif, Allah membenamkan ketakutan dalam diriku ada maksudnya: aku segera kembali padaNya, aku memenuhi panggilanNya, melakukan tugasku di dunia, memberikan segala yang aku punya pada yang membutuhkan, lalu siap untuk dipanggil kapan saja Kau menghendaki jiwaku, wahai Tuhan Penggenggam Jiwaku.
Tidak ada salahnya mengidap penyakit itu. Yang salah adalah akibat penularannya kalau melakukan tindakan yang berisiko. Dan aku bertobat atas apa yang aku lakukan dimasa lalu. Aku tidak akan mengulangi hidup jahannamku itu lagi dan memulai hidup yang baru; hidup yang siap dan merindukan kematian untuk pertemuanku denganMu, wahai Tuhanku.

06 November 2011

i had reasons to face them

semua orang punya sisi kelam dalam hidupnya, aku pun ia. ukuran orang baik-baik dan orang nakal pun sangat relatif. orang yang pendiam, setia pada pasangan hidupnya, sering ke masjid dianggap orang baik-baik. dan orang yang lebih aktif, sering pulang sebelum subuh, pacarnya tidak jelas yang mana atau semua, tidak shalat jumat, sering dianggap orang nakal. tapi apakah hanya itu ukurannya? bukankah itu hanya dari sudut pandang manusia? tidak bisakah sebaliknya? tidak bisakah berubah?

belakangan ada beberapa orang yang dianggap nakal ukuran manusia menghampiriku, mendekatiku dan berniat mengenalku lebih jauh. aku menanggapi. teman-temanku yang merasa aku orang baik-baik pun kecewa dengan sikapku yang menanggapi tadi. bagi mereka, tindakanku menanggapi orang-orang nakal sama saja dengan aku ikut menjadi nakal, sikapku rendahan, dan bukan tindakan baik-baik.

tapi aku, pasti punya alasan untuk melakukan itu. tidak menanggapi mereka adalah tindakan mudah sekali; tidak menganggap mereka ada, tidak membalas sapaan atau pesan mereka, membuang muka, menganggap duniaku dan mereka berbeda jauh. namun menanggapi mereka, memahami meski tidak menyetujui tindakan mereka, mengajak bicara baik-baik, silaturrahim dengan cara yang baik, siapa tahu bisa membuka hati mereka untuk menjadi orang baik-baik dalam pandangan manusia. menanggapi mereka adalah tindakan yang lebih sulit daripada tidak menanggapi. pilihannya bisa banyak; mereka berubah, tidak ada yang berubah sama sekali, atau malah aku yang berubah.

kalau aku tidak cukup tangguh, jelas aku yang akan berubah. namun kalau aku berhasil, aku mampu menjadi perantara kebaikan. sebuah tugas yang pahalanya terus mengalir meskipun aku mati. aku memang orang biasa, tapi sebisa mungkin melakukan hal yang tidak semua orang mau melakukannya. lagipula aku sendiri pun bisa jadi berubah menjadi lebih baik kalau semua itu terbalik, aku yang nakal dan mereka yang baik.

selamat berqurban tahun ini

sesungguhnya Islam adalah agama sosial.
selain hubungan individu dengan Tuhannya, Islam pun mengatur hubungan manusia dengan manusia lainnya.
zakat, sedekah, qurban.
jika Islam benar-benar ditegakkan, maka tidak akan ada lagi kemiskinan di bumi.
selamat berqurban tahun ini.

04 November 2011

marah yang terpendam

Ya Allah, aku tahu marah yang terpendam akan jauh merusak kedalaman diriku.
Sakit-sakitan tubuh ini karena bertahun-tahun hatiku menahan sakit yang tak tersampaikan.
Tapi biarkan ya Allah, biarkan sakit ini hanya aku yang merasakan.
Aku tidak ingin aku mengeluarkan kemarahanku dan malah menyakiti orang lain lagi yang sayang tulus kepadaku hanya karena agar aku sendiri tidak sakit.
Biarkan aku sakit, ya Allah, mohon beri aku kekuatan untuk menahan kemarahanku maupun sakitku, agar aku tidak menyakiti lebih banyak orang, agar aku mampu melindungi orang-orang yang sayang padaku dengan caraku sendiri; menahan kemarahan hatiku.

melarikan diri dari dunia

langit menumpahkan kemarahannya hari itu. ia menjerit berurai air mata. berjam-jam, seakan tidak akan pernah memaafkan kesalahan manusia yang bukannya sadar atas kesalahannya malah tidak tahu diri.
cara marah yang persis sama seperti yang aku lakukan biasanya.

tapi aku tidak terima, aku pun tidak suka dengan manusia, namun langit marah pula kepadaku sementara aku sudah berusaha mencegah keburukan manusia, meskipun dengan caraku sendiri. dan kuputuskan, aku akan melawan.

sekarang! aku berlari sprint, entah kemana, tapi berlari, seakan dibawa angin. aku pun marah. aku pun menangis.

yang aku dapatkan; aku gemetar, nafasku tidak beraturan, asma, sakit-sakitan, dan aku ternyata tidak lebih baik dari manusia-manusia lainnya. sayangnya terlalu angkuh untuk memahami kesalahanku.

cinta

bisakah cinta datang kepada orang yang sama sekali tidak tahu siapa sebenarnya orang yang dicintainya itu?

aku merasa sangat aneh ketika ada banyak orang mengatakan cinta atau sayang dengan mudah kepadaku, padahal aku tahu mereka tidak tahu apa-apa tentang diriku bahkan mungkin arti cinta atau sayang itu sendiri. sehingga bagi mereka memang mudah sekali untuk diucapkan.

atau memang sudah murahkah arti cinta atau sayang jaman sekarang?
haha, memangnya berapa umurmu? sok dewasa sekali.

munafik hingga akar

aku punya mental berlapis-lapis. keburukanku terselimuti kebaikan, kelicikanku terselimuti kepolosan. kepolosan itu terselimuti keburukan lagi, kepolosan itu pun tertutupi lagi. mungkin wajahku tidak hanya ada dua, tapi ratusan. itu yang membuat orang lain tidak mudah memahami siapa aku sebenarnya. itu yang membuat banyak orang yang tenggelam oleh diriku, banyak juga yang membenciku karena itu.
mental berlapis-lapis menyelamatkanku dari pengaruh dan penjerumusan orang lain, maupun disanjung melangit oleh oranglain.
aku munafik, namun kemunafikan ini melindungiku dari banyak kondisi. mentalku berlapis, menolak ditembus siapapun yang ingin tahu diriku yang sebenarnya. hingga aku pun masih mencari siapa sebenarnya aku.

29 Oktober 2011

batas

sebelum aku kerja senin 10 oktober, malam minggunya aku masuk UGD, maagku kumat, muntah-muntah, sakit di ulu hati.
---
saudaraku meninggal tadi ashar, dengan gejala persis seperti aku waktu itu.
---
ternyata aku dekat sekali dengan batas itu.

28 Oktober 2011

cara mati yang kupilih

sungguh benar soe hok gie, bahwa sesungguhnya manusia yang paling beruntung adalah yang mati saat muda. karena mati saat muda berarti seumur hidup belum pernah merasa kalah, berani memperjuangkan kebenaran yang diyakininya sampai akhir, masih berada dalam perjalanan mewujudkan mimpinya, dan tidak tercemar oleh pesimisme orang-orang tua.

bagiku, cara mati yang aku pilih adalah mati ketika menyelamatkan nyawa orang lain, juga dihadapan ayahku.

pekerjaan dan tanggung jawab

santai aja ngerjainnya, ndak perlu segitunya,
untuk beberapa hal bisa santai mas, tapi ini pekerjaan yang dipercayakan terhadapku, tanggung jawabku, dan aku bakal serius ngerjainnya. kalau salah aku pun akan bertanggung jawab memperbaikinya sampai titik darah penghabisan. *aku bukan seperti mas yang tidak mengakui kesalahan, membuat alasan-alasan, apalagi alasan-alasan yang tidak tahu diri pula.

It's My Life - Bon Jovi

this ain't a song for the brokenhearted
no silent prayer for the faith departed
and I ain't gonna be just a face in the crowd
you're gonna hear my voice when I shout it out loud


it's my life
it's now or never
I ain't gonna live forever
I just wanna live while I'm alive


(it's my life)
my heart is like an open highway
like Frankie said, "I did it my way,"
I just wanna live while I'm alive
'cause it's my life


this is for the ones who stood their ground
for Tommy and Gina who never backed down
tomorrow's getting harder, make no mistake
luck ain't even lucky, gotta make your own breaks


it's my life
and it's now or never
I ain't gonna live forever
I just wanna live while I'm alive

lagu terbaik seumur hidupku,
yang sampai matipun aku akan terus mendengarkan lagu ini

20 Oktober 2011

puasa

Ya Allah,
Sesungguhnya aku puasa karena menghindari emosi yang tidak terkendali.
Aku memohon perlindungan dari bujuk rayu setan yang menggodaku untuk membenci orang-orang yang berharga dalam hidupku.
Aku pun berlindung dari manusia-manusia yang merasa dirinya paling benar sedunia.
Amiin.

penjara

tubuh fisikku boleh dipenjara, namun pikiranku akan tetap merdeka.
tubuh fisikku memang tidak bisa kemana-mana, tapi pikirankulah yang akan berkembang, pergi melintasi batas-batas negara.

17 Oktober 2011

mengendarai motor

mengendarai motor ke kampus.

kelihatannya ini sederhana, namun bagiku tidak. makanya sampai sekarang tidak aku lakukan. kenapa aku tidak naik motor ke kampus? kenapa naik sepeda? karena sekali aku naik motor kemana saja, maka aku ikut terseret dalam sistem buruk yang tidak mudah terselesaikan.

ketika aku memutuskan akan memiliki motor, maka pertama kali aku akan masuk ke jaringan kredit motor (nomer satu), membayar uang muka, membayar bulanan, membayar bunga bulanan, dikejar-kejar penagih hutang, belum lagi kalau tidak bisa motorku diambil lagi, belum lagi banyak orang yang memang berencana kredit motor tapi tidak berniat melunasinya hanya dipakai baru saja saat lebaran, belum lagi tukang kredit yang sebelumnya diberi pelatihan untuk menakut-nakuti penghutang, kalau tidak bisa bayar motor diambil, yang lebih parah lagi bisa babak belur dihabisi, lebih parah lagi masuk rumah sakit, yang paling parah bisa mati dibunuh. anak-anak lain yang manja dan tidak tahu diri meminta dibelikan motor pada orang tua mereka yang entah bisa membeli entah tidak, mereka tidak peduli, yang penting motor baru. rengekan-rengekan itu yang semakin lama didengar semakin membuat emosi, akhirnya dipenuhi, orangtua meminjam uang pada bank, pada lintah darat, pada siapapun.

masalah tidak selesai sampai disana.

ketika aku mengendarai motor, yang kredit tadi, aku butuh bensin (masalah nomer dua). yang berbeda dengan sepeda ketika aku hanya harus bermodal keringat. aku membeli bensin di pom, dilarang membeli premium oleh pemerintah. harus yang pertamax, tapi aku tidak punya uang, tapi semua orang membeli premium, tapi premium toh dijual juga bebas, aku beli saja premium yang harganya semakin lama semakin tinggi, membuat harga-harga melambung tinggi, kecuali harga motor. kenapa bisa terjadi? indonesia memang termasuk salah satu negara penghasil bahan bakar fosil terbanyak di dunia, namun mati kelaparan di dalam lumbung padi yang melimpah ruah. entah bagaimana caranya, minyak-minyak mentah itu tidak bisa diolah di indonesia. minyak mentah itu diekspor keluar negeri, dianggap minyak mentah kualitas terbaik dunia, bangga pula dikatakan seperti itu. lalu pemerintah mengimpor minyak yang sudah jadi, harga internasional, lebih mahal, padahal punya minyak sendiri. pemerintah sok baik dengan mengatakan premium yang dijualnya bersubsidi, padahal itu sama saja menutupi kebodohan mereka sendiri yang terikat tidak bisa memproduksi sendiri. akhirnya 15okt kemarin Jateng-DIY kelebihan penjualan premium bersubsidi, dan kebakaran jenggotlah. bukannya bahagia jualannya laku, tapi sedih. kalau begitu, bubar saja lah jualannya.

sudah muak? haha belum selesai.

setiap aku masuk ke kampus, membeli makan, mampir ke museum, atau membeli buku baru di toko buku, aku harus memarkir kendaraanku (masalah nomer tiga). parkiran kendaraan bermotor untuk motor kadang 500 kadang 1000 kadang 2000 tergantung dimana dan seberapa lama. uang parkir itu katanya restribusi untuk pemerintah. tapi kemana uangnya? dari tukang parkir yang tidak jelas alias preman yang duduk-duduk disana, tidak ada tiket parkir diberikan, adanya setoran-setoran parkir bawah tangan, kemudian uang masuk ke pemerintah daerah tidak ada transparansinya berapa dan untuk apa, kemudian tidak ada jaminan keamanan helm maupun kendaraan itu sendiri, kadang ada beberapa mafia pencurian kendaraan yang berkedok tukang parkir. biaya parkir dalam dua tahun bahkan bisa jadi lebih besar daripada biaya membeli motornya.

adalagi.

polisi yang bermata jeli (masalah keempat), bukan masalah ketika ada orang yang melanggar peraturan dikenai hukuman. tapi masalah ketika pelanggaran itu seakan diada-adakan, dan dipaksa memberikan uang sejumlah tertentu. apakah tidak ada penjahat yang masih buron yang bisa dikejar daripada mengada-adakan masalah? ketika melanggar peraturan diberi dua pilihan, sidang di kantor atau bayar ditempat, sidang dikantor dibuat seolah mengerikan sekali dan susah sekali, sehingga membayar di tempat menjadi jalan keluar paling cepat. dan tidak ada kuitansi pembayarannya, semuanya tergantung tekanan dari polisi. belum lagi membuat sim, mafia pembuatan sim sudah sejak dulu beredar, pertanyaan di ujian tulis sim dibuat seambigu-ambigu mungkin sehingga jawaban tidak jelas dan tidak banyak yang lulus, sehingga terpaksa menggunakan jasa mafia sim yang biasanya pun kenal dengan orang dalam kepolisian. belum lagi mafia plat nomer pesanan yang bayarnya dari 5juta hingga ratusan juta. uangnya kemana? tidak tahu. belum lagi arak-arakan presiden, atau gubernur, atau pembesar sok ngartis yang membayar polisi untuk mengawal mereka, pengguna jalan lain terpinggirkan, kadang terburu-buru minggir hingga terjadi tabrakan beruntun. apa tidak ada kerjaan lain?

selesaikah? belum!

belum lagi dampak polusi kendaraan bermotor yang sangat buruk bagi kesehatan. bagi udara. bagi makhluk hidup. berapa juta motor yang ada di jakarta? berapa jumlah manusia yang ada disana? berapa jumlah udara bersih yang berhak dimiliki oleh setiap manusia? semakin lama semakin menjamurlah asma, TBC, dan berbagai macam penyakit pernafasan. dampaknya bisa lebih parah dari asap rokok. orang-orang merokok diberi tempat khusus merokok. seharusnya begitu pula pengendara motor, antara knalpot dan hidungnya sedianya diberikan selang khusus agar dia sendiri yang menghirupnya. anak-anak kecil menghirup asap bisa mati tanpa dosa. mengendarai motor sama saja bisa membunuh orang lain, terlepas dari kecelakan bisa terjadi pada siapa saja entah naik motor atau bukan.

kalau sudah begini, ketika mengendarai motor saja sudah sedemikian besar mudharatnya, kerugiannya, lebih baik ditinggalkan bukan? pemerintah indonesia jelas masih jauh sekali kalau ingin memperbaiki transportasi negara ini. harus ada perombakan besar-besaran yang tidak bisa ditawar, apalagi oleh berbagai investor. sistem yang sedang berlangsung ini buruk. kita sendirian belum bisa menyelesaikannya.

maka, lakukanlah dari hal yang paling sederhana, yaitu dengan tidak masuk dalam sistem buruk itu. baru sisanya memperperbaiki bersama.

16 Oktober 2011

GIE

by Erros dan Okta
sampaikanlah pada ibuku
aku pulang terlambat waktu
ku akan menaklukkan malam
dengan jalan pikiranku
sampaikanlah pada bapakku
aku mencari jalan atas
keresahan-keresahan ini
kegelisahan manusia
retaplah malam yang dingin
tak pernah berhenti berjuang
pecahkan teka teki malam
tak pernah berhenti berjuang
pecahkan teka teki keadilan
berbagi waktu dengan alam
kau akan tahu siapa dirimu yang sebenarnya
hakikat manusia
keadilan, keadilan
akan ku telusuri
jalan yang setapak ini
semoga ku temukan jawaban
jawaban, jawaban, jawaban


aku hanya berpikir, bila aku pulang terlambat apa yang akan ibuku katakan padaku saat aku sampai rumah?
atau bahkan sebelum aku sampai di rumah? antara perempuan dengan malam selalu berakhir negatif begitu bagi ibuku. apa juga itu jalan pikiran? pikirkan saja skripsimu, kata ibuku.
apa pula yang dikatakan bapakku ketika aku gelisah saat belum menemukan jawaban? tidak ada. jawaban yang sampai matipun akan berusaha kudapatkan.

07 Oktober 2011

Steve Jobs

"Your time is limited, so don't waste it living someone elseĆ¢'s life. Don't be trapped by dogma which is living with the results of other peopleĆ¢'s thinking. Don't let the noise of other's opinions drown out your own inner voice. And most important, have the courage to follow your heart and intuition. They somehow already know what you truly want to become. Everything else is secondary."

04 Oktober 2011

i have writing for years

aku selama ini menulis, dalam keheningan diriku sendiri, mengindari hingar-bingar ketenaran dunia.
tulisan-tulisanku sepi, tidak ada yang menanggapi.
tulisan-tulisanku tidak populer, tidak banyak yang mau disalahkan olehku.
siapa yang membaca tulisanku?

barangkali suatu saat nanti ada gunanya.

rejeki ndak akan kemana

sore itu aku ingin makan di salah satu warung favoritku, namun setelah kesana, warung itu belum buka, masih setengah jam lagi hingga buka. akhirnya aku harus mengubur keinginanku makan disana, dan menelan kembali air liur saat aku bersepeda sambil membayangkan makanannya.
aku mengayuh sepedaku lebih jauh, dan memutuskan berhenti di salah satu angkringan untuk sekedar membeli minum. tapi tidak ada siapa-siapa disana. lalu ada tetangga yang membantuku mencari pemilik angkringan. ternyata pemiliknya adalah pemilik warung yang kutuju tadi.
aku mengatakan bahwa tujuanku sebenarnya adalah warung nasinya, dan si pemilik mempersilahkan aku kembali ke warung utamanya, dan menunggu warung buka di rumahnya.

kalau memang Allah memberikan rejeki pada si pemilik warung itu melalui diriku, kemanapun aku berhenti, akhirnya pun rejeki akan kembali pada pemilik yang sebenarnya.

29 September 2011

trans-siberian railway

Trans-Siberian Railway ia a voyage to the most mysterious part of the world.

bambino

you have no right to talk about your dream if you can't focus with things in front of you!

28 September 2011

bom kriminal

aku bukan ahli kriminal,
aku hanya salah satu dari rakyat indonesia yang kebetulan belakangan banyak sekali menonton drama polisi dan kriminal. jadi sedikit tahu. dan meskipun aku bukan ahli kriminal, aku akan sedikit berkomentar.

sejak beberapa tahun yang lalu, banyak teror yang dilakukan dengan menggunakan bom.
pelakunya bisa jadi kelompok yang sama untuk semua teror bom, bisa juga bukan sama. targetnya juga bisa jadi pemerintah yang sama, bisa jadi bukan. semua masih buram, abu-abu.

namun dari semua itu, yang sama hanya satu. korbannya adalah masyarakat yang bisa dikatakan tidak tahu apa-apa. kehilangan anggota keluarga yang disayangi, hingga kehilangan masa depan yang cerah. semua itu tidak bisa dimaafkan.

aku tidak tahu apa tujuan teror yang kalian lakukan.
pemerintah juga tidak merasa dirinya salah.
media menjadi ramai sekali mendulang popularitas melebih-lebihkan berita.
masyarakat yang ada ketakutan.

dari semua ini, teror bom bertahun-tahun, apa yang kalian -wahai teroris- dapatkan? masyarakat yang ketakutan? hanya itukah? apa untungnya bagi kalian?

maka keluarlah, bangunlah, jadilah orang yang bertanggung jawab melakukan pemboman, adakan press-release, upload video di internet, katakan mau kalian apa, meminta pimpinan dibebaskan, atau tebusan, atau siapa kalian minta mundur dari jabatannya. keluarlah! apa kaliah tidak bosan, buang-buang uang banyak untuk percobaan peledakan juga peledakannya? buat apa? aku saja bosan mendengar beritanya.

semua orang juga tahu, pemerintah omong kosong, media pembohong, atau siapa lagi lah banyak. tapi bagaimana mereka -yang sebenarnya salah- tahu kalau mereka salah kalau kalian tidak mengatakannya? yang ada hanya tebak-tebakan tidak ada yang merasa dirinya salah. apa untungnya?

apa untungnya buat kalian? juga buat masyarakat, wahai teroris? ya, sampai sekarang aku memang mengatakan kalian teroris karena yang kalian lakukan selama ini hanya menakut-nakuti masyarakat. maka, jadilah pahlawan, perbaiki dunia, perbaiki indonesia, seperti yang kalian inginkan bukan?

janganlah setengah-setengah. kalau ia, apa bedanya kalian dengan musuh-musuh kalian yang juga orang setengah-setengah itu?

27 September 2011

mochtar lubis

Kehilangan kebebasan manusia adalah sesuatu yang tidak boleh terjadi dan harus dilawan di mana saja, di setiap waktu, dan di dalam masyarakat mana pun. Karena manusia oleh Tuhan Yang Mahakuasa telah dianugerahi kemuliaan kemanusiaan yang harus dibela setiap anak manusia, seaindainya perlu, dengan jiwanya sendiri.

samuel beckett

Pernah mencoba. Pernah gagal. Tak masalah. Coba lagi. Gagal lagi. Gagallah dengan lebih baik.

fariduddin attar

Berjuanglah untuk mengungkap misteri (kehidupanmu) sebelum kehidupan itu direnggutkan darimu. Jika selagi hidup kau gagal menemukan dirimu, mengenali dirimu, bagaimana kau bisa memahami rahasia keberadaanmu sesudah kau mati?

stephen king

Membacalah empat jam sehari dan menulislah empat jam sehari. Kalau kau tidak bisa meluangkan waktu untuk itu, jangan harap kau bisa menjadi penulis yang baik.

charles dickens

Menangis membuka paru-paru, membilas wajah, melatih mata, dan melunakkan tempramen; jadi menangislah!

mary higgins clark

Karakter harus memiliki irama, suara yang dikenali sehingga tidak perlu diidentifikasi setiap kali mereka berbicara. Jika aku memiliki karakter yang tidak bisa kukendalikan, itu karena dia tidak cocok menjadi tokoh dalam buku itu. Pada tahap tertentu, karakter memang mengambil alih, mereka sudah dibentuk dengan baik sehingga mereka tahu tujuan mereka dan melakukan hal-hal yang tidak kuduga. Saat itulah sebuah buku menjadi menggairahkan untuk ditulis.

pramoedya ananta toer

Ilmu pengetahuan semakin banyak melahirkan keajaiban. Dongengan leluhur sampai malu tersipu. Tak perlu lagi orang bertapa bertahun untuk dapat bicara dengan seseorang di seberang lautan. Orang Jerman telah memasang kawat laut dari Inggris sampai India! Dan kawat semacam itu membiak berjuluran ke seluruh permukaan bumi. Seluruh dunia kini dapat mengawasi tingkah-laku seseorang. Dan orang dapat mengawasi tingkah-laku seluruh dunia. (Bumi Manusia, h.316)

25 September 2011

selamat datang di blog nadia, mah, pah

selamat datang di blog nadia, pah, mah

pah, mah,
akhirnya bisa datang juga ya di blog nadia?
blog itu kumpulan tulisan di internet pah, mah.
bisa dibilang curhat sih, haha
tapi kalau nadia kebanyakan ya pikiran-pikiran yang nadia tulisin bukan cuma curhat, karena kalau ndak ditulis biasanya sering migrain gitulah kayak mama papa tahu.

mungkin papa mama belum mulai baca, tapi ya nadia itu begini ini pah, mah.
suka mikir orangnya. soalnya kalo buat nadia, kalau melakukan sesuatu ndak dipikir itu rasanya ya kok ndak ada gunanya ngelakuinnya. lagi-lagi dapet alesan kenapa sering migrain. hehe

ya begini juga nadia pah, mah.
punya banyak banget mimpi yang bisa jadi mama papa ndak setuju sama nadia. mimpi-mimpi yang bisa jadi bikin mama papa sedih sama keputusan nadia. tapi insya Allah kalau memang mimpi-mimpi itu milik nadia, nanti juga bakal kesampean kok pah, mah. kalau memang bukan punya nadia ya, Allah ngasih jalan yang lain ke nadia. nadia paham.

sekarang, silahkan mulai dibaca pah, mah.
pelan-pelan aja. takutnya bisa salah paham, malah nanti mama papa sakit. jangan terlalu terkaget-kaget juga ya. hehe

selamat dateng juga buat om-om, juga tante-tante yang mau baca tulisan nadia. nadia masih jauh dari manusia yang sempurna, masih harus banyak belajar tentang dunia, dari mama, dari papa, dari om, dari tante, juga dari dunia itu sendiri.

silahkan :D

24 September 2011

buku catatan

mas adhi, mas hilmy, melyn,
aku beliin buku catatan kecil (semacam agenda, diari), modelnya sama persis untuk kita berempat, bedanya hanya di warnanya,
tujuanku membelikan karena buku ini aku anggap berguna untuk membantu menulis mimpi-mimpi kita, rencana jalan kedepan, juga catatan selama perjalanan kita,
mau ya?

23 September 2011

identitas

yang tidak ada dari aku dibanding mas hil atau mas adhi, adalah identitas. aku tidak tahu aku orang mana. aku tidak tahu, nanti mau dikubur di mana. aku tidak tahu, bahasa apa yang akan aku ajarkan pada anak-anakku. aku percampuran, hingga tidak tahu darimana asal mulanya. oleh karena itu aku melakukan perjalanan, aku mau mencari tahu, siapa sebenarnya diriku.
---
lost-identity itu lah yang membuatku terus melakukan perjalanan melihat banyak hal yang berbeda-beda, untuk belajar aku yang mana atau aku bukan yang mana.
---
kalau mas tanya aku, sampai kapan aku mau melakukan perjalanan, aku akan menjawab, ya sampai aku menemukan jawaban atas identitasku.

22 September 2011

setengah setengah,

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ternyata membuat perencanaan baru terkait proyek monorel yang dihentikan. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono mengatakan, tiang-tiang yang sudah mangkrak selama tujuh tahun bekas proyek monorel tersebut akan dijadikan jalan layang untuk melayani 50 unit bus gandeng, dengan kapasitas masing-masing 180 orang.
“Sistem yang digunakan adalah jalan melingkar (loop line) dan tak menyebar seperti bus Transjakarta sekarang, dengan halte berada di atas.  Penumpang nantinya dapat naik dan turun pakai tangga,” katanya, sembari menunjukkan contoh simulasi penerapan jalur ini melalui Ipad-nya.
Pada jalur melingkar ini, akan terdapat 16 titik stasiun. Dari jumlah tersebut, akan ada 12 titik yang menjadi penghubung antara satu koridor dengan koridor lain, serta penghubung ke koridor stasiun kereta.
Pristono menuturkan, beberapa halte nantinya akan dibangun di Polda, SCBD, Bank Niaga, Bunderan Senayan, Gelora Bung Karno, Plaza Senayan, Palmerah, Pejompongan, Karet, Sudirman, Setiabudi Utara Aini, Kuningan Madya, GOR Sumantri, Kementrian Kesehatan, Kuningan Timur, dan Satria Mandala.
Sementara untuk tarif angkutan, Pristono memperkirakan, biaya yang akan ditawarkan untuk dapat mengakses fasilitas bus ini berkisar antara Rp 6 ribu hingga Rp 8 ribu.
“Tetapi ini belum pasti. Ada mekanisme subsidi layaknya bus Transjakarta saat ini yang nantinya bisa digunakan,” tambahnya.
Menurut Pristono, jalur yang akan dibangun tahun 2012 dan diperkirakan mampu menampung 45 ribu penumpang per harinya (pada jam sibuk) ini direncanakan akan selesai pada 2014. 2 jam 34 menit lalu.

Apapun lah terserah, mau monorail, mau double-rail, mau subway, yang penting jangan setengah-setengah.

tolong matikan tivi saya,

Liputan6.com , Manokwari: Bocah sembilan tahun di Manokwari, Papua Barat diajukan ke pengadilan karena membunuh seorang teman bermainnya. Meski masih berstatus pelajar, beberapa bulan terakhir bocah yang jadi terdakwa itu tidak bersekolah karena harus menjalani proses hukum.
Domi didakwa membunuh Abraham Ayomi pada 25 Juli silam dengan menusuk leher temannya menggunakan pisau. Sebelumnya, mereka berkelahi usai memperebutkan sebuah kelapa. Kepada penyidik, Domi menyatakan ide membunuh itu didorong kekerasan yang sering ia tonton di televisi.(JUM) 8 jam yang lalu.
tuh kan, matikan saja tivi kamu kalau kamu masih mau menjaga kemanusiaan. ganti dengan tivi kabel, juga internet.

21 September 2011

kameraku


kameraku,
Panasonic DMC-F3 adalah kamera saku biasa, yang mudah dibawa kemana-mana, dan ya memang biasa saja kelihatannya.

tapi buatku, dari kamera inilah lahir gambar-gambar yang buatku luar biasa, yang buatku, gambar-gambar yang bisa mengalahkan gambar-gambar yang ditangkap oleh kamera yang lebih besar, lebih mumpuni, lebih hebat, dan juga lebih mahal. jadi bagiku, kamera ini luar biasa.

di LCDnya terdapat dua noda masing-masing berdiameter 1cm, nodanya hitam, dan LCDnya rusak di bagian itu. rusak karena terkena air laut. sehingga ketika aku mengambil gambar, aku sama sekali tidak bisa melihat gambar yang aku ambil di bagian itu. aku hanya mengira-ngira, bagaimana hasilnya. luar biasa menyenangkan bukan?

untuk fotografi, kualitas gambar yang didapatkan memang bisa jadi dipengaruhi kamera apa yang dipegang, tapi aku yakin, karakter maupun kekuatan sebuah gambar hanya bisa dipengaruhi oleh siapa orang yang ada dibelakang kamera. aku menyebutnya sebagai man behind the gun. ketepatan menembak lebih dipengaruhi oleh skill yang dimiliki oleh penembak, daripada jenis senjatanya. begitu juga fotografi.

langkah pertama

bagiku, menulis itu langkah pertama menjadi hebat.
karena untuk menulis diperlukan membaca banyak hal dan kemudian memikirkannya.
setelah menulis banyak yang bisa dilakukan, bisa terus menulis profesional dan terus berkarya, atau juga selanjutnya membaktikan diri pada masyarakat dengan melakukan langkah nyata.

20 September 2011

sudut pandang

belakangan aku mulai berpikir,
sebagian besar gambar yang aku ambil melalui kameraku semakin lama semakin sama saja semuanya. beberapa berkarakter, beberapa bagus dan fokus, beberapa sangat seimbang dari segi estetika. tapi begitu
terus, entah bagus entah tidak, begitu terus sudutku melihat sesuatu melalui kameraku.

semakin lama aku semakin bosan.

kalau aku lihat gambar yang diambil beberapa teman-temanku, gambar-gambar mereka segar, berbeda, entah pakai kamera model apa. bahkan seperti semua orang tahu, kadang untuk satu objek model, kita bisa mendapatkan banyak sekali sudut pandang dalam menangkap gambar itu. tapi aku tetap tidak tahu, bagaimana caranya mereka bisa mendapatkan gambar yang segar seperti itu.

ternyata seseorang yang menangkap gambar dari kameranya sama dengan seseorang yang melihat dunia dari matanya.

kalau aku berjalan di sebuah lorong dan memotret salah satu sudut, bagiku sudut itu lah yang paling penting dari lorong yang aku lewati. cara aku memotretnya, memandikannya dengan cahaya, menyembunyikannya dalam bayangan, semuanya tergantung cara pandangku pada lorong itu. tapi buat orang lain, bisa jadi yang terpenting permukaan batu bata di dinding lorong, bisa jadi tumpukan lusuh kain, atau apapun.

kebosananku melihat hasil gambarku sendiri mungkin lebih kepada kebosananku dengan cara pikirku yang seperti ini terus menerus. lalu, bagaimana caranya agar ingat untuk terus melihat dari sudut yang berbeda?

18 September 2011

mimpi masku,

mimpi memang aneh sekali masku,

ia datang meneduhi,
tapi jauh sekali,
di awan-awan putih di atas sana,
tinggi jauh,
lebih tinggi dari lambaian tanganmu saat perpisahan itu.

ketika kau naik kesana,
awan-awan putih indah itu tidak terasa juga teraba tanganmu masku.
ini kah mimpi?
inikah kenyataan?
inikah awan putih yang jauh itu?
begitu kau bertanya.

ketika kau masku sudah turun ke bumi,
maka mimpi itu terasa bukan apa-apa,
kau sudah meraih mimpimu,
kau sudah melihat awanmu di atas sana.


bukan tidak mungkin
awan-awan putih yang lain yang lebih jauh lebih tinggi lagi akan kau rasakan rabakan lagi.
bukan tidak mungkin
mimpi-mimpi yang lebih hebat lebih besar akan kau raih lagi.

mari masku, kita bermimpi lagi.

16 September 2011

anak muda indonesia dan indonesianya

negara ini punya banyak sekali masalah, terlalu banyak masalah yang harus diselesaikan. adanya masalah itu normal.

yang tidak normal adalah tidak adanya orang yang berpikir jernih yang mau menyelesaikan masalah itu pada intinya. orang-orang kebanyakan mementingkan diri dan kelompoknya sendiri dalam penyelesaian masalah-masalah. tidak terbuka pada pilihan jawaban yang benar dan tidak memihak.

hal itu lah yang membuat negara ini diambang kehancuran.

aku yakin, semua anak muda indonesia bermimpi menyelamatkan negara ini dari kehancuran. sekecil apapun mimpi itu, ia ada di dalam hati tiap-tiap anak muda indonesia. pada awalnya bermula dari pemikiran ada yang salah dari negara ini, kemiskinan yang tidak pernah diselesaikan, penanggulangan banjir yang menunggu banjir besar, pengemis di jalanan yang seharusnya dilindungi negara. ada yang salah dari negara ini.

lalu anak-anak muda mencoba membaca keadaan, menonton tivi, membaca koran, ikut diskusi di warung-warung kopi bersama orang-orang yang lebih tua, dan lain-lain. itu semua untuk membantu memahami, bagian mana yang menyebabkan kesalahan beruntun itu, dan mencoba menyelesaikannya.

anak-anak muda indonesia, dengan pikirannya yang masih sederhana dan tulus, dapat dengan sedikit berpikir tahu bagaimana seharusnya pemerintah bersikap dalam menyelesaikan masalah. namun mereka heran, kenapa tidak ada yang berpikir seperti itu? kenapa tidak ada pemerintah yang menjawab masalah?

mereka marah, solusi yang anak muda yang belum lulus sekolah pun tahu, kenapa tidak dilakukan pemerintah yang isinya doktor dan professor? apa yang ada di dalam pikiran mereka?

kemarahan itu berlangsung terus menerus, hingga anak-anak muda hanya memiliki dua pilihan; yang pertama, terus memikirkan kejahatan negara ini hingga terbakar amarah dan menjadi gila, atau yang kedua, tidak lagi memikirkan carut-marut negara ini lagi dan mulai menyelamatkannya dengan cara anak muda itu sendiri.

akhirnya ya seperti ini, anak-anak muda indonesia yang peduli pada bangsa ini berbakti pada negara dengan menjadi penulis yang merdeka, menjadi enterpreneur yang mandiri, bekerja dengan baik sesuai bidangnya, banyak lagi yang bisa dilakukan anak muda indonesia agar tidak gila.

14 September 2011

indonesia yang melelahkan part#3

yang aku mimpikan hanya sederhana:
tidak ada rakyat yang kelaparan
tidak ada anak yang tidak bisa sekolah
semua orang berhak berbicara dan mengemukakan pendapat
juga pemerintah yang jujur dan tulus melayani

salahkah aku bermimpi seperti itu?

mahatma gandhi

bumi bisa memenuhi semua kebutuhan umat manusia,
kecuali keserahakannya.

aku sangat kasihan dengan pemain timnas sepakbola indonesia

ketika tidak ada yang bisa diharapkan untuk menyatukan rakyat indonesia dalam satu pikiran, timnas sepakbola indonesia lah yang bisa melakukannya.

ketika tidak ada yang bisa dilakukan lagi untuk mendulang dukungan rakyat indonesia, maka berbondong-bondonglah orang-orang yang haus kekuasaan untuk membela, memuji, dan menjilat timnas sepakbola indonesia, hanya untuk mendapatkan simpati dan empati seluruh rakyat indonesia.

ketika rakyat indonesia tidak punya lagi alasan untuk mencintai indonesia, timnas sepakbola indonesia menjadi satu-satunya alasan untuk tidak segera meninggalkan negara ini.

ketika timnas indonesia sedang tidak dalam kondisi baik, ia menjadi bahan hujatan seluruh media massa. dipersalahkan. juga dimaki.

ketika pemerintah sudah suntuk dengan masyarakat yang terlalu ingin tahu salah satu kesalahannya, timnas sepakbola lah penyelamat pemerintah sebagai pengalih issue.

siapa yang munafik? siapa yang jahat?

saran terakhirku untuk pemain timnas sepakbola yang aku sayang dengan sepenuh hati adalah: matikan tv kalian.

12 September 2011

jahatkah manusia?

butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan, namun hanya butuh satu detik untuk menghancurkan kepercayaan itu.

apakah itu artinya berarti manusia lebih menghargai pengkhianatan daripada kebaikan yang diberikan oleh orang lain? pengkhianatan bernilai sangat kuat sehingga bila dilakukan pada seseorang, hal itu akan sangat berbekas pada orang itu meskipun hanya baru dilakukan satu kali. namun sangat jarang kebaikan menjadi sangat berbekas pada orang itu bila hanya dilakukan satu kali.

lantas, jahatkah manusia sebenarnya kalau begitu?

banyak orang hebat di dunia ini

banyak orang hebat di dunia ini.
banyak orang yang berpikir lebih tajam dariku.
banyak orang yang lulus lebih dulu dariku.
banyak orang yang memiliki nilai mata kuliah lebih bagus dariku.
banyak orang yang berjalan lebih jauh dariku.
banyak orang yang menulis lebih banyak dariku.
banyak orang yang membaca lebih banyak buku.
banyak orang yang blognya lebih terkenal dariku.

kalau aku berpikir negatif, aku akan iri bukan main dengan mereka. aku akan merasa diriku tidak ada apa-apanya. dan gemetar ketakutan karena kehilangan kepercayaan pada diriku sendiri. aku pun akhirnya sembunyi di pojok kamar dan menghilang dari peredaran bumi.

tapi bisa juga dengan gemetaran itu aku mengembalikan diriku pada tempatnya. bahwa diriku, dan diri orang lain pula, tiap individu, memang dilahirkan berbeda dan spesial. masing-masing memiliki keunikan yang luar biasa. begitu pula dalam prosesnya, tiap orang memilih jalannya masing-masing, dengan tujuan yang berbeda, prioritas yang berbeda, cara yang berbeda pula dalam pelaksanaannya.

pada akhirnya, dalam tiap iri pada orang lain, aku memaksa diriku untuk berpikir, sikap apakah yang aku pilih. yang pertama menjadi negatif, atau yang kedua mengembalikan diriku pada tempatnya.

egois

Beberapa kali aku merasa aku sudah ketinggalan kuliah terlalu lama dibanding teman-temanku yang lain. Alasanku lagi-lagi karena aku memanfaatkan waktuku untuk melihat dunia yang baru yang belum pernah aku lihat sebelumnya yang selagi muda dan punya kesempatan aku lakukan.

Beberapa kali yang lain, disaat aku ingin fokus kuliah, teman-temanku pergi bertualang ke tempat-tempat baru. Tapi kalau aku tidak menyelesaikan kegiatan akademikku sekarang, aku tidak akan bisa menyelesaikan target-target hidupku selanjutnya.

Beberapa kali yang lain saat aku berusaha tidak terlalu banyak bicara dengan menulis dan melakukan tindakan nyata pada masyarakat, temanku menjadi pemenang berbagai macam lomba menulis, membuatku merasa tidak melakukan apa-apa, atau setidaknya aku anggap dan orang lain anggap begitu.

Aku begitu mudah terpengaruh menjadi iri pada orang lain. Yang padahal bagiku, iri itu menyakitkan sekali.

Setelah merasa seperti itu, aku berusaha keras untuk mengembalikan diriku pada tempatnya dengan percaya bahwa tiap individu memang berbeda dan aku memiliki prioritas sendiri dalam hidupku. Apa yang penting bagi diriku mungkin terlihat tidak penting bagi orang lain. Apa yang penting bagi orang lain mungkin tidak terasa penting bagiku.

Keyakinan bahwa aku berbeda dan memiliki jalan hidup sendiri, meskipun aku tahu aku sangat egois dengan berpikir seperti itu, tapi pikiran seperti itu menyelamatkanku dari keterpurukan iri pada oranglain.

Aku punya sesuatu yang orang lain tidak punya.
Aku punya mimpi yang berbeda dengan orang-orang lain di sekitarku.
Aku melakukan sesuatu dengan cara yang bebeda dengan yang dilakukan orang lain.
Aku berbeda.

Aku tahu aku egois dengan berpikir seperti itu. Tapi itulah yang menyelamatkan hidupku agar tetap dalam jalur menuju tujuanku dengan tidak mudah terpengaruh pada jalan hidup orang lain.

laut dan suku laut

laut itu misterius.
ia tidak bisa ditaklukkan dengan mudah.
justru manusia yang harus memahami laut dan paham apa maunya jika ingin memanfaatkannya untuk kepentingan manusia.

misalnya sebagai jalur transportasi. kapal berlayar tidak bisa dijadwalkan. sebesar apapun kapalnya, ia harus menunggu pasang surut untuk berlayar maupun berlabuh, karena jika tidak, kapal akan tersangkut dan tidak bisa bergerak.

banyak suku-suku laut yang hidup di indonesia sejak dulu meskipun sekarang sudah hampir sebagian besar hilang karena globalisasi. tapi jejaknya beberapa masih bisa ditelusuri. orang-orang laut hidup dengan cara yang berbeda dengan orang-orang darat. filosofi mereka mengenai laut dan hubungan manusia dengan laut serta tanggung jawab mereka pada Tuhannya sangat unik dan berbeda.

orang-orang laut misterius, begitu pula laut.

mimpi kepada belitung

aku dan teman-temanku sudah menghabiskan dua bulan di pulau belitung. setelah selesai, aku dan teman-temanku punya mimpi masing-masing mengenai pulau ini.

ada temanku yang ingin kembali lagi ke belitung untuk menghadiri event 'sail belitung', event itu adalah pertunjukan kesenian besar yang ditunjukkan pada tamu-tamu negara seperti presiden dan mentri-mentrinya, juga duta-duta besar, dan bule-bule yang berlayar dan berlabuh sementara di belitung.

ada temanku yang ingin kembali lagi untuk mengeksplore tempat-tempat yang kemarin tidak sempat kami datangi.

ada temanku yang ingin membangun rumah makan dan perternakan ayam sendiri untuk mensuplai rumah makannya itu.

sedangkan aku, akan membangun lokasi peluncuran roket antariksa indonesia di sana, karena langitnya cerah dan bersih, sehingga pengamatan bintang maupun peluncuran roket tidak akan terganggu masalah cuaca.

dari mimpi yang paling mudah hingga yang paling susah, dari mimpi yang dapat dikerjakan sebulan dua bulan kedepan hingga puluhan tahun mendatang, kami bermimpi.

semoga mimpi kami terwujud.

pilihan dan keluarga

aku menjadi orang yang seperti ini karena pilihan-pilihan hidupku.

keluargaku yang sederhana memberi kasih sayang mereka yang indah untukku. selama aku jujur kepada orang tuaku mengenai pilihan-pilihanku dan bekerja keras menjalani hidupku, mereka menerimaku apa adanya, berhasil atau gagalnya aku.

orangtuaku tidak pernah mendidikku menjadi orang yang seperti ini. aku yang terlalu mandiri, bahkan terkesan individual, merupakan pilihanku sendiri. bukan salah orang tuaku ketika aku terlalu mandiri, bahkan aku lebih sering dimarahi ayahku karena sifatku itu.

aku tidak dididik untuk membaca buku oleh orang tuaku, aku terlalu sering membaca buku sehingga aku tidak pernah punya uang untuk membeli celengan maupun mengisinya. bukan salah orangtuaku ketika buku-buku yang aku baca membuatku terlalu banyak pikiran dan terkena migrain.

orangtuaku mendidikku untuk hidup berkumpul bersama keluarga, dan hidup bersama keluarga besar, bersilaturrahmi dengan keluarga-keluarga jauh. namun yang kulakukan adalah aku hidup sendiri dan berteman baik dengan kesepian. bahkan terkadang merasa kesepian ditengah-tengah keramaian teman-temanku.

aku memilih untuk memiliki mimpi yang besar dan jauh dari rumah. orang tuaku yang sederhana menolak mimpiku itu. terlalu besar, dan terlalu jauh. namun yang kulakukan adalah dengan perlahan tapi pasti memberikan pemahaman bahwa aku serius dengan mimpiku.

aku yang seperti ini tumbuh dalam keluargaku yang sederhana. sifatku bisa jadi berbeda dengan sifat general keluargaku. namun aku berterima kasih banyak atas kasih sayang yang tidak ada habisnya yang diberikan keluargaku, terutama orang tuaku yang aku cinta di belahan dunia manapun aku berada.

ketergantungan

aku tidak suka orang yang terlalu bergantung pada orang lain.

meminta bantuan itu bukan tidak boleh, tapi meminta bantuan orang lain bagiku adalah hal terakhir yang akan aku lakukan setelah berusaha dengan kekuatanku sendiri meskipun gagal.

aku tidak suka orang yang terlalu bergantung pada orang lain, termasuk pada diriku sendiri ketika aku terjebak dalam ketergantungan. kualitas pekerjaanku menjadi tergantung pada baik atau tidaknya pekerjaan orang lain. aku tidak bisa selamanya menggantungkan hidupku pada orang lain. aku tahu banyak orang baik di dunia ini, tapi tidak banyak orang yang bisa aku andalkan. jadi bagiku yang paling bisa aku andalkan di dunia ini selain Tuhanku adalah diriku sendiri.

jika lebih didalami, terdapat sifat dualisme dalam sikapku ini. sisi pertama, aku orang yang mandiri dalam melakukan banyak hal. banyak hal terjadi dalam hidupku dan banyak pilihan yang aku ambil karenanya termasuk pilihan untuk hanya mengandalkan diriku sendiri. sisi sebaliknya, aku terlalu individualis dalam melakukan banyak hal, aku tidak dengan mudah melakukan kerjasama dengan orang lain, juga tidak bisa mempercayakan hidupku pada orang lain.

sikapku yang berlebihan itu sedikit banyak membuatku mengklasifikasikan kerjasama sebagai ketergantungan. sehingga beberapa pekerjaan yang dianggap orang lain sebagai tugas bersama aku anggap sebagai tugas saling ketergantungan dan aku memilih untuk mengerjakannya sendiri.

inilah yang masih belum aku pahami dan seharusnya aku pelajari lebih dalam lagi.

08 September 2011

Kompetisi Menulis "Menjadi Indonesia"

Persyaratan peserta: Mahasiswa Indonesia (dalam maupun luar negeri) yang sedang mengikuti program Diploma atau Strata satu (S1).

Batas akhir pengiriman naskah: Senin, 10 Oktober 2011, pukul 24.00 WIB.
Penyelenggara: Tempo Institute dan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (Perhimpunan INTI)
Website: http://kem.ami.or.id
==============================================

Punya gagasan praktis, terapan, dan membumi untuk membangun Indonesia? Tulis gagasanmu dalam sebuah tulisan esai. Tak perlu muluk bermimpi. Mari perbuat apa yang bisa kita buat demi menyingkirkan korupsi, kemiskinan, kurang pendidikan, sengkarut penegakan keadilan, tergerusnya semangat bhinneka, dll. Jangan mau larut dalam problem yang berkelindan begitu pekat. Nyalakan lilin, jangan hanya
merutuki kegelapan.

Memasuki tahun ketiga Kompetisi Esai Menjadi Indonesia, kami menantang Anda, anak muda Indonesia. Mari bangun optimisme hidup berbangsa. Lontarkan gagasanmu.

==============================================

Panduan Kompetisi Esai Mahasiswa – 2011

A. Umum
Naskah yang dilombakan merupakan karya perorangan peserta, ditulis menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta belum pernah dipublikasikan di mana pun. Peserta boleh mengirim lebih dari satu judul naskah, tetapi hanya dapat memenangi satu judul saja. Hanya naskah yang memenuhi ketentuan-ketentuan dalam panduan ini yang akan dinilai oleh Dewan Juri. Hak publikasi naskah menjadi milik Panitia.
Batas akhir pengiriman naskah: Senin, 10 Oktober 2011, pukul 24.00 WIB.
Pengumuman pemenang: Jumat, 28 Oktober 2011.

B. Tema Kompetisi
Kita dengan mudah terpuruk dihantam kabar buruk yang terus menyungai.
Masalah korupsi, kemiskinan, kurang pendidikan, sengkarut penegakan keadilan, tergerusnya semangat bhinneka, dll. Kita kemudian terjerumus untuk larut dalam problem yang berkelindan begitu pekat.
Mari nyalakan lilin, jangan hanya merutuki kegelapan. Ini Indonesia kita, mari bersama merawat dan membuatnya menjadi Indonesia yang sebenarnya. Indonesia yang bersih dan menjadi tempat bagi Bhinneka Tunggal Ika. Untuk Indonesia yang lebih baik.

Kompetisi Esai Mahasisawa 2011 mengajak seluruh mahasiswa Indonesia untuk jangan muluk bermimpi, dan menantang seluruh anak muda Indonesia, dari Sabang hingga Merauke untuk mengirimkan gagasan praktis, terapan, dan membumi untuk membangun Indonesia. Bangun gagasan dalam sebuah tulisan esai.

C. Peserta
Yang diperbolehkan mengikuti kompetisi esai ini adalah mahasiswa diploma dan
strata-1. Peserta wajib menyertakan pindaian (scan) kartu tanda mahasiswa (KTM) yang masih
berlaku, dimuat di Lembar Biodata naskah yang dikirimkan.

D. Penulisan Esai
Esai adalah karya yang bersudut pandang personal subyektif si penulis, bukan paper ilmiah yang penuh dengan catatan kaki dan taburan kutipan teori. Esai berisi pemikiran yang dipadu dengan pengalaman, observasi lapangan, anekdot, dan pergulatan batin si penulis tentang subyek yang ditulisnya. Jenis tulisan
ini sangatlah pas untuk menggambarkan sebuah gagasan seseorang.

Indonesia akan sangat membutuhkan banyak pemimpin dan pemikir muda masa depan yang mempunyai gagasan orisinil untuk kemajuan negeri ini. Dan seorang pemimpin harus mampu menuangkan gagasannya dalam bentuk tulisan.

Judul bebas
Format tulisan adalah esai, ditulis menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Lihat artikel panduan penulisan esai di web ini. Naskah ditulis menggunakan MS Word, disimpan menjadi file *.doc atau *.docx.
Bukan dalam bentuk Adobe PDF. Cara Penamaan file: "Nama depan penulis-Judul Esai", contoh: Nemangkawi-Industri Budaya dan Pencitraan Indonesia.doc

Format dokumen naskah:
Ukuran kertas : A4
Margin atas : 2 cm
Margin bawah : 2,5 cm
Margin kiri : 3 cm
Margin kanan : 2 cm
Huruf : Times New Roman; ukuran 12 poin; rata kiri-kanan (justify); spasi 1,1

Urutan halaman naskah (Lembar Judul, Naskah Esai, dan Lembar Biodata) adalah sebagai berikut:
Lembar Judul, 1 (satu) halaman, memuat:
Judul Esai Posisi tulisan : Beberapa spasi di bawah Subtema, Huruf (Font) : Times New Roman, 16 poin, Bold, Align Center
Ringkasan Esai, satu hingga tiga paragraf rangkuman tulisan, memaparkan persoalan yang dibahas penulis dan gagasan yang ditawarkannya.
Posisi tulisan :
Beberapa spasi di bawah Judul Esai, Huruf (Font) : Times New Roman; 12 poin;
Regular; Spasi 1,1; Justify. Lihat contoh (Lampiran 1: Lembar Judul).
Naskah Esai, maksimal 5 halaman.
Jumlah halaman sudah termasuk (jika ada): gambar penjelas dan catatan kaki, catatan akhir (end note), atau daftar pustaka.
Lembar Biodata, 1 (satu) halaman, memuat:
Judul Naskah Esai
Nama Penulis/Peserta
Tempat & Tanggal Lahir
Nama Perguruan Tinggi
Nama Fakultas, Jurusan
Domisili (Alamat Surat)
Alamat Email
Telepon, Ponsel
Pindaian (scan) kartu tanda mahasiswa (KTM) yang masih berlaku. Lihat contoh
Lampiran 2: Lembar Biodata.
Simpan naskah dalam format: MS.Word (file*.doc atau *.docx)

E. Pengiriman Karya (Naskah)
Naskah disimpan dalam format MS Word 97–2004 (file *.doc atau *.docx). Naskah dikirim sebagai lampiran (attachment), pendaftaran dan pengiriman naskah dilakukan melalui halaman Pendaftaran dalam web ini. Daftar naskah yang telah dipampang akan dipampang di halaman Naskah Tahun 2011 dalam web ini.
Batas akhir pengiriman naskah: Senin, 10 Oktober 2011, pukul 24.00 WIB.

F. Seleksi Naskah dan Penjurian
Tahap penilaian terdiri dari:
Seleksi naskah oleh Panitia; Naskah yang tidak lolos seleksi karena kesalahan administratif bisa dikirim ulang sebelum tenggat, 10 Oktober 2011.
Penjurian oleh Dewan Juri.

Aspek yang dinilai (bobot penjurian):
No. ASPEK PENILAIAN URAIAN BOBOT
1. Gagasan: Orisinal, Kreatif, Aktual Orisinal: gagasan baru, belum pernah dipublikasikan sebelumnyaKreatif: gagasan menunjukkan pemahaman baru penulis atas persoalan yang dibahasAktual: gagasan sesuai kekinian (ada fakta dan data) 35%
2. Kesesuaian dengan Tema/Subtema Esai selaras dengan dan tidak menyalahi tema atau subtema kompetisi yang ditentukan. 10%
3. Tuturan/Penulisan Esai ditulis dengan gaya bahasa yang komunikatif, relatif mudah dipahami. Cara bertuturnya menunjukkan pemahaman penulis yang mendalam terhadap pokok bahasan. 20%
4. Argumentasi Alur berpikir penulisnya tertib dan jelas (mudah dirunut). 35%
Keputusan Dewan Juri adalah mutlak, tidak dapat diganggu-gugat.

G. Pemenang dan Hadiah
Pengumuman pemenang: Jumat, 28 Oktober 2011, dimuat di:
a. Website Aliansi Menjadi Indonesia (http://www.ami.or.id/) dan Website KEM 2011 (http://www.kem.web.id/)
b. Website tempo Institute (http://www.tempo-institute.org/)

Hadiah:
a. Juara I : Laptop + Rp 6.000.000
b. Juara II : Laptop + Rp 4.000.000
c. Juara III : Laptop + Rp 2.000.000

Lampiran 1: Lembar Judul
Lampiran 2: Lembar Biodata

06 September 2011

aku dan pantai

aku benci pantai.

pantai membuat kulitku terbakar dan hitam untuk beberapa minggu kedepan.
aku memakai hijab dan hijabku berkibar-kibar membuatku tidak nyaman.
aku menjaga pakaianku agar tidak banyak masuk ke air pantai dan menjadikannya sulit untuk dibersihkan karena pasir masuk ke sela-sela lipatan.
aku membenci pantai karena aku tidak tahu bagaimana harus bersikap menghadapinya.

tapi semua itu perlahan berubah ketika selama dua bulan aku hidup di belitung.
buatku, pantai terindah di belitung bukan tanjung tinggi maupun tanjung kelayang yang sudah terkenal itu. namun pantai-pantai sepi tidak terkenal yang hanya dapat diakses dengan jalan kaki dan menembus semak belukar.

pantai yang tidak ada seorangpun di sepanjang pinggir pantai kecuali diri.
pantai yang kalaupun aku tertidur di alam bebas, aku tidak akan merasa risih karena ada laki-laki atau siapapun. pantai yang tidak bernama. seolah pantai milik pribadi sepanjang dua kilometer.

mulai saat itu, aku jatuh cinta pada pantai.

membagi adalah proses belajar

sama seperti mengajar,
kau bukan genius dalam bidang yang kau ajar,
kau hanya ingin berbagi pengetahuan, sekadar membagi, dan mempelajari kembali bahan yang kau ajarkan.
mengajar pun proses belajar.

begitu pula memberikan training motivasi,
juga berdakwah.

apalagi menulis.

ditinggal pergi

selama ini aku yang sering pergi jauh ke tempat yang baru dengan meninggalkan keluarga dan sahabat, tapi sekarang sahabat-sahabatku pergi menaklukkan dunianya. memang berat merasa kehilangan mereka, tapi inilah saatnya mereka terbang. selamat terbang! taklukkanlah dunia! jangan kembali sebelum selesai.

22 Juni 2011

i'm taking a long road

mulai minggu depan aku akan melakukan perjalanan panjang selama dua bulan.
ke tempat yang jarang dilalui hiruk pikuk manusia.
aku juga menghindari hiruk pikuk manusia, untuk mencoba mengenali kedalaman diriku sendiri untuk memahami Tuhanku, juga untuk melihat kebesaran Tuhanku dari dunia yang aku lihat selama perjalananku itu.
aku akan tetap terus menulis, aku berjanji, aku akan terus menulis mengenai duniaku saat itu.
sampai ketemu lagi.

21 Juni 2011

LOMBA LOGO PT KERETA API INDONESIA (PERSERO)

 Persyaratan lomba :

  1. Desain harus memenuhi unsur A-R-T :
    • Asli : merupakan karya orisinil, bukan merupakan saduran, tiruan, ataupun jiplakan dari gambar atau logo tertentu.
    • Representatif : bisa mewakili makna dari Visi, Misi, Maksud & Tujuan Perusahaan, Budaya Perusahaan dan Warna Identitas Perusahaan PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO).
    • Top : desain mudah dipahami (self explanatory) tanpa harus kehilangan unsur keindahannya serta mudah direproduksi.
  2. Peserta diperbolehkan mengirim maksimal 2 (dua) desain.
  3. Kriteria penilaian adalah orisinalitas karya, relevansi logo dengan Visi, Misi, Budaya Perusahaan, dan Warna Identitas PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO), unsur estetika, dan pengaplikasian logo pada berbagai media. 
  4. Seluruh konten yang ada dalam hasil desain merupakan tanggung jawab dari peserta lomba.
  5. Desain tidak boleh menyinggung SARA dan bertentangan dengan norma-norma yang berlaku.
Mekanisme lomba :
  1. Lomba dibuka untuk umum, WNI, diikuti secara perorangan maupun kelompok serta tertutup untuk panitia, dewan juri dan keluarganya
  2. Peserta tidak dipungut biaya pendaftaran.
  3. Peserta wajib melampirkan identitas diri (nama lengkap, pekerjaan/ profesi, alamat kantor/ rumah, nomor telepon, e-mail) dan fotocopy tanda pengenal (KTP/ Kartu Pelajar/Mahasiswa/ SIM/ Paspor).
  4. Peserta diwajibkan mengisi dan menandatangani surat pernyataan keaslian ide diatas materai Rp 6000,-
  5. Desain logo (dibuat dalam format CMYK) & konsep filosofi logo dicetak ukuran A3 (hitam & warna) dan CD file dengan folder logo asli (CorelDraw/PhotoShop/Freehand/Ilustrator), folder presentasi (JPEG 300 dpi-High Quality) folder konsep filosofi atau makna logo (Ms Word).
  6. Konsep diketik di kertas A3, 1.5 spasi dan ditempelkan di bagian belakang desain logo utuh.
  7. Logo harus mencantumkan text PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO).
  8. Penampilan logo sederhana, mudah diingat dan dapat diterapkan pada berbagai kemungkinan teknik dan media, baik 2 dimensi maupun 3 dimensi.
  9. Tidak boleh menggunakan framing.
  10. Semua hasil karya dimasukkan dalam 1 amplop coklat besar yang berisikan 2 amplop coklat terdiri dari amplop 1 berisikan point 3 & 4 dan amplop 2 berisikan point 5 & 6.
  11. Semua dokumen tidak boleh dilipat dan dikirimkan ke :

    Panitia Lomba Logo PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO)
    PO BOX 5555 BANDUNG 40000
  12. Dokumen diterima paling lambat pada tanggal 15 Juli 2011.
  13. Semua dokumen yang masuk dalam lomba menjadi hak milik dan berhak digunakan untuk kepentingan PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) dalam bentuk apapun.
  14. Panitia dan dewan juri tidak melayani surat menyurat pada lomba ini.
  15. Pengumuman pemenang lomba akan dipublikasikan di website PT. KAI (PERSERO) pada tanggal 28 September 2011.
  16. Keputusan Dewan Juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

20 Juni 2011

0001

“Krack..”
Suara retakan pertama yang aku dengar dalam hidupku. Suara retakan cangkang telurku sendiri. Disusul dengan suara-suara retakan lain disekelilingku. Bersahut-sahutan. Berulang-ulang.

“Sa..” aku tersekat. Susah sekali mengeluarkan kata pertama dari mulutku. Aku berdehem dan terbatuk. “Saudaraku, uhuk,” lagi-lagi terbatuk. “Saudara-saudaraku, apakah kalian baik-baik saja?” aku berhasil mengeluarkan kata-kata dari mulutku sekaligus berhasil mengeluarkan tubuhku yang masih lemah dari cangkang yang selama ini melindungi embrioku.

Aku masih belum mendapatkan jawaban, namun aku merasakan tubuh-tubuh saudara-saudaraku yang bergesekan di sekelilingku. Aku tahu keempat belas saudara-saudara disampingku baik-baik saja. Tapi aku masih memiliki 985 ekor saudara laki-laki lainnya yang sedang berjuang keluar dari telur mereka yang harus aku pastikan keadaannya. Adik-adikku, yang kesemuanya laki-laki karena pasir pantai yang suhunya agak dingin belakangan ini, sudah kupastikan kesemuanya selamat keluar dari cangkang mereka. Aku bersyukur.

“Adik-adikku! Kalian baik-baik saja?!” aku ulangi pertanyaanku. Bukan jawaban yang aku dapatkan, tapi dengungan jawaban dari adik-adikku disusul dengan batuk-batuk. Aku memutuskan akan berkeliling dan mencari jawaban atas pertanyaanku sendiri.

“Adikku! Apa kau bisa mendengarku? Genggam tanganku, akan kubantu kau keluar. Nah begitu lebih baik.” aku menggesek-gesek telur salah satu adikku untuk mendapatkan jawaban.

“Bantu yang lain bila kalian sudah berhasil menetas, hari-hari pertama dalam hidup kita adalah yang terberat. Bantu yang lain.” aku berkata pada adik-adikku lain yang sudah terlebih dulu berhasil keluar dari cangkang telur mereka.

 “Adik-adikku, sebentar lagi kita akan ke permukaan pasir pantai. Tetap waspada, kalian tahu kenapa? Karena hanya kita penyu sisik yang berhasil menetas dari jutaan telur penyu sisik. Kita sangat beruntung telur-telur kita dapat menetas. Ribuan telur penyu lainnya ditemukan oleh dunia dan diambil sebelum menetas. Kita hanya sebagian kecil yang tersisa. Kita harus hidup. Namun perjuangan hidup justru lebih berat lagi diatas sana, adik-adikku.” aku berkeliling, trus membantu adik-adikku yang lain sekaligus memberikan arahan keselamatan selagi bisa. Aku tidak punya banyak waktu di bawah sini.

“Di atas permukaan pasir, tantangan terbesar kita adalah serangan kilat dari langit. Monster-monster itu memang tidak dapat menghancurkan cangkang kita, tapi itu justru yang membuat mereka membawa kita ke langit dan menjatuhkan kita untuk membunuh dan menghancurkan cangkang kita. Mereka sangat kejam dan kuat! Aku sendiri tidak tahu bagaimana mengalahkan mereka. Tapi yang pasti jumlah kita lebih banyak dari mereka. Mereka hanya beberapa dan kita ada seribu. Jangan egois hanya mempertahankan hidup sendiri. Kita harus saling membantu dan menyelamatkan saudara-saudara yang lain. Tujuan kita saat di permukaan adalah sesegera mungkin masuk ke laut. Paham?” menampilkan akibat terburuk, kemudian meningkatkan kepercayaan pada kemampuan diri, dan terakhir tujuan. Itu yang aku sampaikan sebagai telur yang keluar dan menetas pertama kali. Aku kakak tertua dari seribu telur penyu sisik yang berhasil menetas.

Aku sendiri merinding membayangkan kejamnya dunia. Aku tidak pasti apakah di akhir nanti aku dapat bertahan hidup atau tidak. Aku hanya berharap sedikit kata-kataku dapat menyelamatkan setidaknya satu saja hidup kami.

“Tantangan kedua, yang kalian hadapi dalam sepanjang tahun pertama, bertahan di laut. Hati-hati pada predator laut. Buka hati kalian dan dengarkan insting sekecil apapun yang diberikannya. Lalu bantu istri kalian bertelur sebanyak-banyaknya di tempat yang paling aman. Begitu seterusnya. Buat hidup kalian berharga untuk spesies kita, adik-adikku.” Aku sendiri belum pernah merasakan sendiri hidup itu seperti apa. Buatku hidupku ini juga pertama kalinya. Aku hanya mendengar itu semua dari doa ibuku selama bertelur berjam-jam sejak mengeluarkanku, telur 0001, hingga adik bungsuku 1000.

Ya Tuhan, selamatkanlah anak-anakku
Jagalah telur-telur mereka dari keserakahan dunia
Jagalah tubuh mungil mereka dari serangan langit
Bantu mereka berlari menuju laut
Bantu mereka bertahan di laut
Berkahilah hidup mereka
Aku hanya mampu mendoakan dari jauh
Aku tidak berdaya
Hanya Engkau yang mampu menolong mereka
Karena Engkau Maha Pelindung dari marabahaya

Aku mengulang doa ibuku sekali lagi untuk membangkitkan semangat hidup adik-adikku, “Aku mendengarkan doa ibu kita selama bertelur, adik-adikku. Kalian juga mendengarnya kan? Ibu telah memperingatkan kita sejak menelurkan kita. Ini bukan masalah hidup salah satu dari kita saja. Tapi kehidupan kita juga sangat berharga untuk mempertahankan spesies kita. Hidup kita berharga untuk seluruh bumi.”

“Ini mungkin pertama dan terakhir kalinya kita berkumpul dan berbicara. Aku sangat sayang pada kalian. Pertahankan hidup kalian, adik-adikku. Ayo, cepat ke permukaan!” Aku mengucapkan selamat tinggal dengan mendorong salah satu adikku ke arah permukaan. Tindakanku diikuti oleh adik-adikku. Mereka mendorong untuk membantu yang lain naik ke permukaan.

“Semangat adik-adikku! Terus bantu yang lain! Waktu kita tidak banyak!” Aku terus mengulang kata-kata itu hingga suaraku serak. Aku baru pertama kali menggunakannya dua puluh menit yang lalu dan sekarang malah sudah hampir habis.

Aku mendorong adik terakhirku 1000 yang kebetulan berada di dekatku ke permukaan dan menyusulnya. Aku seketika buta. Aku tidak tahu apa namanya benda menyilaukan itu yang terasa sangat panas di tubuhku. Beberapa detik aku tidak bisa melihat apa-apa. Tapi aku mendengar banyak hal.

Ibuku memendam telur-telurnya di tempat yang menurutnya paling aman sedunia: bagian pasir pantai yang tidak mudah abrasi ketika pasang surut dan pasir yang bukan daerah kepiting sejenisnya tinggal. Itu berarti lumayan jauh dari garis pantai yang jelas sangat menyulitkan kami bertahan hidup dan kesempatan yang lebih besar bagi pemangsa dari langit untuk menculik adik-adikku.

“Toloooong!” Teriakan minta tolong terdengar dimana-mana. Itu suara adik-adikku. Apa yang terjadi? Ah, serangan langit terjadi disaat aku dan adik-adikku tersengat buta sekejap! Beberapa ekor adikku dipatuk dan dibawa pergi ke langit oleh penyerang-penyerang yang tidak ada habisnya. Aku harus mengambil kendali.

“Berlarilah berkelompok, adik-adikku! Lindungi yang lain dan cepat menuju air!” Aku memang tahu, secepat-cepatnya penyu sisik berjalan, kami masih dua puluh kali lebih lambat dari penyerang yang datang dari langit, tapi tidak ada salahnya mencoba. Apalagi di saat seperti ini.

“Cepaaat!!” aku mendorong tubuh 1000, adik terakhirku yang berjalan sangat lambat, dan setelah kuperhatikan, ternyata sirip kanannya tidak berkembang sempurna. Ukurannya lebih kecil dari yang lain. Tidak ada jalan lain. Aku mendorongnya dari belakang agar mampu lebih cepat menuju ke air laut.

“Aku tidak kuat, Kakak 0001. Aku tidak mampu. Relakan saja hidupku.” 1000 berbisik sambil terengah-engah. “Tidak bisa, dasar bodoh! Satu ekor dari kita dapat berarti banyak bagi dunia. Jangan mati. Kau terlalu berharga untuk mati.” aku menjawab marah dan melampiaskan kemarahanku dengan mendorongnya maju setengah mati.

Aku berusaha untuk terus membuka mata dari pemandangan yang sama sekali tidak ingin kulihat. Adik-adikku diangkat kelangit dan dijatuhkan di bebatuan karang utara untuk dipecahkan cangkang mereka. Aku tidak bisa melihat adik-adikku dibunuh seperti itu. “Jangan takut adik-adikku! Fokus pada tujuan! Segera menuju laut!” Hanya itu yang bisa aku lakukan.

Aku melihat bayangan berkelebat di sekitarku. Ada satu monster yang mendekatiku. Bukan, targetnya bukan aku, tapi adik terakhirku yang sedang aku dorong setengah mati. Keadaan seperti ini tidak bisa kubiarkan.

Monster itu menukik tajam kearah adikku. Aku melompat dari yang tadinya dibelakang adikku hingga diatasnya. Dan memang seperti yang kurencanakan, aku lah yang diangkat oleh monster itu. Tapi rencanaku belum bekerja. Saat tubuhku terangkat, aku segera mencengkram tangan adikku yang normal. Kami berdua terangkat. Bukan, bukan untuk mati bersama.

“Kakak, a-aa-apa yang terjadi?” Adikku terbata-bata. Kami terbang, atau tepatnya dicengkram di salah satu kaki monster yang berkuku tajam yang bisa merobek dagingku. “Ikuti saja apa yang aku katakan.”

Aku melihat sekeliling dan mataku terpana dengan dunia. Beberapa saat yang lalu aku baru keluar dari cangkangku dan bertemu saudara-saudaraku yang kuat dan yang lemah. Rasa sayang tumbuh dalam sekejap dan sekarang aku melihat adik-adikku jatuh pecah di bebatuan karang. Pada hari yang sama, pada jam yang sama. Aku silau pada benda panas di langit hingga buta, dan kini aku melihat dari langit betapa birunya laut yang merupakan tujuan kami hari ini. Semuanya itu dalam sehari, ah tidak, setengah hari.

Aku sudah mencapai ketinggian yang tepat untuk melakukan rencanaku, selagi monster ini belum mengarahkan tubuhku dan adikku ke bebatuan karang.

“1000, dengarkan aku, kau akan kulempar..” kata-kataku terputus ketika monster ini sedikit menggoncangkan kakinya.

“Apa?”

“Kulempar!”
“Haaah?!”

“ Akan kulempar kau ke laut dari ketinggian ini.”

“Kakak bagaimana?”

“Jangan pikirkan aku. Hidupmu bisa menjadi jauh lebih berharga dari hidupku.”

“ Aku tidak bisa, Kak.”

“Tidak bisa bagaimana. Aku mempertaruhkan hidupku untuk menyelamatkan adik-adikku. Dan jangan membuat hidupku menjadi sia-sia dengan dirimu menjadi pengecut seperti itu.” Aku tidak mau mendengarkan pendapat adikku lagi, karena dia akan terus menolak. Aku segera mengambil ancang-ancang untuk melepaskan genggamanku saat sudah berada di atas laut.

Dan ya, aku melepaskan genggamanku pada tangan adikku.

“Hiduplah terus, adikku 1000!”

“Aku sayang Kakak!”

Aku ingin menutup mataku, aku tidak ingin melihat adikku jatuh dari ketinggian seperti ini. Tapi aku berusaha sekuat tenaga mengalahkan ketakutanku dan membuka mataku untuk memastikan adikku jatuh dengan selamat di laut. Aku tidak bisa mendengar jatuhnya adikku karena dikalahkan suara angin dan deburan ombak.

Akhirnya aku tetap tahu bahwa rata-rata hanya satu ekor penyu sisik yang dapat bertahan hidup dari seribu telur yang ditetaskan. Tapi aku tetap berusaha menjaga adik-adikku agar jumlah yang mampu bertahan hidup lebih dari itu. Hanya usaha itu yang dapat kulakukan sebagai kakak dalam hidupku yang hanya beberapa jam.

Hal terakhir yang aku lihat adalah betapa putihnya bebatuan karang yang terlihat dari atas sini. Aku tidak mau melihat apa-apa lagi. Aku hanya bahagia dengan hidupku yang hanya sebentar.

hanya gurauan

blog ini; muda berani dan berbahaya,
sebenarnya aku buat untuk mengejek diriku sendiri, menghina diriku sendiri yang bebal, dan menyindir diriku sendiri yang sudah buta mata hati dan pikirannya untuk berubah.

aku muda berani dan berbahaya sebenarnya adalah tua pengecut dan omongkosong.

umurku memang masih dua puluhan awal, terhitung muda kalau rata-rata umur manusia 60 tahun. namun pikiran dan hatiku, sudah seperti tua renta yang memandang pesimis hidupnya seolah-olah besok hari aku akan mati dan tidak perlu melakukan apa-apa lagi. perubahan yang orang-orang sebayaku lakukan hanya aku anggap bagian dari masa laluku, yang dulu aku juga pernah melakukan itu dan pernah pula gagal, sehingga aku tidak melakukannya lagi. permasalahan-permasalahan bangsa ini pun hanya kutonton dan kukomentari, tanpa melakukan apapun untuk merubahnya. aku bisa apa? begitu tumpulnya pikirku.

berani juga hanya omong kosong. di blog ini juga aku saking pengecutnya tidak memberikan nama asli karena takut diminta pertanggung jawaban atas kegilaanku. di kehidupan nyata juga aku pengecut luar biasa. tidak berani meminta maaf, tidak berani menemui orang-orang, selalu lari dari masalah. aku hidup dalam pelarian, dari tanggung jawabku, dari ketakutanku.

berbahaya? apanya? senyumanku? rayuanku? kata-kataku? tatapanku?memangnya aku pelacur? sebenarnya aku ingin berbahaya, bagi diriku sendiri, bagi orang lain juga. bukan bahaya untuk mencelakakan orang lain. tapi berbahaya ketika kata-kata yang keluar dari jari-jari maupun mulutku adalah kata-kata kebenaran. bisa jadi, aku sekarang sedang menulis kebenaran dari diriku sendiri yang membusuk. semoga memang berbahaya sehingga aku bisa kembali ke jalur yang benar,

setidaknya itu yang aku lihat dari diriku sendiri sekarang. seseorang yang tua, pengecut, dan juga omongkosong.

06 Juni 2011

buku yang pembohong

dulu bagiku, menulis adalah tindakan yang paling jujur yang pernah dilakukan umat manusia. tapi ternyata tidak. sejak kepolosanku itu, aku membaca banyak sekali buku dan mempercayai semuanya hingga beberapa bulan yang lalu aku melihat dan merasakan sendiri ketidakjujuran dari buku-buku yang aku yakini kebenarannya.

dulu bagiku, membaca begitu banyak buku dari berbagai sudut pandang, bisa membuatku menentukan sesuatu dengan lebih rasional dan objektif karena mampu melihat dari berbagai sudut pandang. namun sekarang yang aku lakukan, tetap membaca buku berbagai jenis, namun untuk menilai seberapa gombal maupun amatirannya buku itu. baru aku dapat menilai secara keseluruhan.

dan ya, ibuku memang selalu benar, karena meskipun ibuku tidak pernah membaca buku, ibuku sudah berkali-kali memperingatkanku untuk tidak membaca buku, "ngapain kamu buang-buang uang cuma untuk dibohongin?", begitu kata ibuku setiap aku beli buku bukan Al-Qur'an.

sebagian besar buku yang hadir di dunia ini memang sebagian besar membohongi. dan sebagai pembaca yang merasa lebih cerdas pasti memilih buku yang benar-benar mampu mencerdaskan. maka, selektiflah memilih. toh ibuku tidak sepenuhnya benar.

dengan cara yang berbeda

dua hari ini aku melakukan tindakan yang berbeda untuk hal-hal yang selalu sama aku lakukan.
aku mengendarai motor, aku membonceng temanku yang memiliki motor, dan sampai tengah malam mengendarai motor. itu pertama kalinya dalam hidupku aku mengendarai motor sejauh itu di tengah kota.
dan meskipun jalan yang aku ambil sama seperti jalan yang aku tempuh setiap harinya, jalan itu terasa sangat berbeda. perjalananku juga terasa sangat berbeda.

bisa jadi ini juga dapat terjadi dalam hidupku.

aku memandang semuanya membosankan karena aku selalu melakukan hal yang sama dengan cara yang sama dengan terus menerus. karena aku tahu yang aku lakukan itu bermanfaat, aku tidak bisa meninggalkannya, dan merasa suntuk karena itu. tapi dengan pengalamanku mengendarai motor itu, aku bisa mengaplikasikannya untuk hal lain juga. aku belajar dengan cara yang berbeda dari biasa (biasanya dirumah sekarang di tengah-tengah cafe yang buka semalaman). membaca dengan cara yang luar biasa (biasanya jarang membaca buku dan cepat bosan, saat ini maksimal tiga hari yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah buku), makan dengan cara yang luar biasa (tidak membeli makanan apapun, masak semuanya sendiri, dengan meniru resep dari internet maupun tivi). menggunakan laptop dengan cara yang tidak biasa (dari menggunakannya untuk game dan nonton dorama, menjadi penghasil presentasi, laporan, dan tulisan luar biasa).

selamat datang duniaku yang menantang!

anti-kemapanan

yang aku lakukan hanyalah naik sepeda selagi bisa, tidak mengeluarkan uang lebih untuk membeli bensin, juga untuk mencicil motor. yang aku lakukan juga menghabiskan waktu di bagian toko buku dalam mall daripada centro atau mataharinya. yang aku lakukan juga menggunakan kendaraan-kendaraan umum sehingga tiketnya bisa aku koleksi daripada berpikir membeli motor atau mobil. yang aku lakukan juga masih menggunakan sepatuku meskipun sudah sedikit robek daripada membeli yang baru dan menyesuaikan diri dengan sepatu yang baru. yang aku lakukan juga datang ke perpustakaan, meminjam buku-buku nya, dan memfotokopinya daripada beli buku baru karena aku tidak punya banyak uang untuk itu. yang aku lakukan juga menghabiskan 30% dari uang bulananku untuk membeli buku daripada membeli gadget.

karena itu teman-temanku menganggapku anti-kemapanan.
aku tidak sadar, karena yang aku lakukan hanyalah menahan diriku untuk membeli barang baru atau apapun yang aku inginkan, keinginan itu aku tahan sampai seminimal mungkin, sampai aku tahu apakah diriku benar-benar membutuhkannya.
dan aku, sekuat apapun aku berusaha, aku tidak bisa melakukan kebalikannya. aku tidak bisa membuat diriku menikmati kemapanan, meskipun aku ingin, bukan karena aku tidak mampu.

doa bersama malam ini

selama ini kita udah melakukan yang terbaik,
selanjutnya bukan urusan kita lagi, itu urusan Allah, kita tinggal minta mana yang terbaik bagi kita.
sesungguhnya yang terbaik di mata manusia tidak selalu merupakan yang terbaik di mata Allah.

04 Juni 2011

hidup yang hilang sebagian

Sehabis membaca sebuah buku, aku selalu merasa kehilangan sesuatu.
Tahu kenapa? Sebuah buku merupakan sebuah dunia sendiri bagiku, yang terkadang sangat jauh berbeda dengan duniaku sebenarnya. Ketika selesai membacanya, aku tidak melakukan kontak lagi dengan dunia itu. Aku merasa sangat kehilangan.

Sebuah buku tentang struktur dan cara kerja mafia di Amerika dan Sisilia membantuku memahami dunia itu dan merasa menjadi bagian dari pembunuhan, penculikan, dan strategi kemenangan. Namun setelah selesai membacanya, aku merasa di hidupku tidak ada kejadian-kejadian menegangkan seperti itu dan membuatku sedikit merasa bosan dengan hidupku sekarang.

Sebuah buku tentang perjuangan anak-anak Palestina mempertahankan agama, negara, dan kebebasan mereka membantuku memahami dunia yang begitu keras di satu sisi namun polos di sisi yang lain. Setelah selesai membacanya, aku merasa diriku tidak seberani dan sekuat anak-anak itu, hal ini membuatku depresi karena tidak tahu apa yang bisa aku lakukan, juga tidak tahu kemana kemarahan ini aku salurkan.

Sebuah buku tentang perjalanan kepahlawanan seorang manusia Indonesia pada zaman Majapahit yang menjelaskan kecerdasannya, visinya yang jauh kedepan, negara dan bangsa yang kuat di kala itu membantuku mempelajari bagaimana kepemimpinan seseorang pahlawan dapat menyelamatkan negara yang bagaimanapun rusaknya. Ketika aku sudah selesai membacanya, bukannya aku mengaplikasikan kepemimpinan pahlawan itu pada zaman sekarang, namun aku merasa putus asa dengan keadaan bangsa dan negaraku, apalagi terhadap pemimpin-pemimpinnya.

Sebuah buku tentang perjalanan seseorang melintasi gurun yang tandus, penuh misteri, dan tidak terduga membuatku paham mengenai esensi pencarian makna dari sebuah perjalanan. Namun ketika aku sudah selesai membaca bukunya, aku kehilangan gurun-gurunku, kehilangan pasir dan oasenya, kehilangan kuda dan onta yang berbicara.

Aku memang mendapatkan banyak hal dari buku-buku yang kubaca. Makna dan pengetahuan misalnya. Namun di sisi lain aku pun kehilangan dunia yang ditawarkannya pada hidupku. Kehidupan yang sangat berbeda dengan hidupku sekarang.